Tampilkan postingan dengan label Cerita-cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita-cerita. Tampilkan semua postingan
Kamis, 18 Juni 2020
Senin, 15 Oktober 2018
Senin, 14 Maret 2016
Selasa, 29 September 2015
Kamis, 17 Juli 2014
Selasa, 08 Juli 2014
KISAH BURUNG MANYAR
Ketika memperhatikan burung manyar yang sedang merawat anak-anaknya di sarang yang berada di dahan daun kelapa.
Tampak ia sedang membersihkan sarangnya dari kotoran. Ia pun 'memberi contoh' kepada anak-anaknya untuk membuang kotoran melalui lubang sarang yang ia buat. Bahkan sampai anak-anaknya besar dan meninggalkan sarang hingga sarang itu jatuh ke tanah, maka tampak betapa bersih sarang manyar dari kotoran.
Sungguh sebuah hikmah yang teramat dalam bagi manusia. Hewanpun mengajari anaknya untuk 'buang kotoran' secara benar. Apakah kita sebagai orang tua sudah mengajari kepada buah hati kita untuk 'buang kotoran' dengan benar atau malah membiarkan mereka membuang di halaman atau pinggir pinggir jalan tanpa memperdulikan proses 'bersucinya'?
Mungkin dengan mengingat hikmah burung manyar akan menambah keberkahan dalam diri kita semua. Aamiin....
Tampak ia sedang membersihkan sarangnya dari kotoran. Ia pun 'memberi contoh' kepada anak-anaknya untuk membuang kotoran melalui lubang sarang yang ia buat. Bahkan sampai anak-anaknya besar dan meninggalkan sarang hingga sarang itu jatuh ke tanah, maka tampak betapa bersih sarang manyar dari kotoran.
Sungguh sebuah hikmah yang teramat dalam bagi manusia. Hewanpun mengajari anaknya untuk 'buang kotoran' secara benar. Apakah kita sebagai orang tua sudah mengajari kepada buah hati kita untuk 'buang kotoran' dengan benar atau malah membiarkan mereka membuang di halaman atau pinggir pinggir jalan tanpa memperdulikan proses 'bersucinya'?
Mungkin dengan mengingat hikmah burung manyar akan menambah keberkahan dalam diri kita semua. Aamiin....
Sang KOKI
Para undangan hanya tahu enaknya makanan yang telah dihidangkan namun belum tahu bagaimana 'polah tingkah' para koki sampai mampu menciptakan cita rasa makanan yang enak dipandang dan lezat untuk dimakan. Para koki sudah berjibaku dengan jelaga, mereka kenyang dengan pedihnya bawang dan cabe, mereka terbiasa dengan sengatan wajan panas dan mereka telah terbiasa dengan resiko tajamnya pisau yang ia pegang. Semuanya malalui proses yang panjang dan melelahkan, pahit getir yang kau alami adalah bumbu penyedap yang tak tertandingi. Lezatnya makanan tidak tercipta tidak semudah dari ringannya mengayunkan sendok dan garbu ke dalam mulut. Terima kasih Sang Koki......
Sore di Stasiun Jember
Sore yang cerah dengan angin sepoi-sepoi menyambut langkah kakiku di stasiun kota jember. Perlahan ku ayunkan langkahku menuju gerbang stasiun. Sepanjang aku memandang, senyuman penuh harap beberapa abang becak dengan kain lap ditangan untuk mengkilapkan tunggangannya. Sampailah aku di dalam stasiun dengan ornamen khas kolonial Belanda ini.
Perlahan aku menuju kursi besi ruang tunggu. Pandanganku menerawang lalu terhenti. Kuperhatikan salah satu kursi tunggu yang diduduki oleh gadis cilik berparas manis. sesekali pandangannya tertuju pada deretan kerta api yang sedang parkir. Kuhampiri dia, lalu aku duduk disampingnya. Senyuman hangat dengan lesung pipi menyambut pandanganku. Akupun membalasnya dengan senyuman sambil menyapanya: 'sedang apa dik?', dengan suara lembutnya si gadis kecil tersebut menjawab:'aku sedang nunggu kereta datang'. Perbincanganpun berlalu sampai salah satu kereta apipun datang. Perlahan kereta akhirnya berhenti, lalu beberapa saat kemudian lokomotifnya memutuskan sambungan. Gadis kecil tersebut terheran-heran melihat kejadian tersebut, kemudian ia bertanya kepadaku:'kenapa 'kepalanya' meninggalkan gerbongnya?' Pertanyaan polos itupun terlontar. Akupun menjelaskan seadanya: 'o..itu...... lokomotifnya sedang pindah posisi, nanti dia bergandengan lagi dengan gerbongnya namun pada posisi yang berbeda'. Si gadispun mengangguk. Tak lama kemudian gadis kecil itu tersenyum menerawang. Akupun heran dan langsung bertanya kepadanya:'kenapa koq tersenyum dik?'. Dia menoleh kepadaku dan malah mengajukan pertanyaan: 'kalau semua gerbong ini gantian yang meninggalkan lokomotifnya, terus bagaimana?'.
Akupun berpikir sejenak, lalu menjawabnya:' emmmm.......yaaa.... mungkin lokomotifnya jadi nganggur ya atau mungkin lokomotifnya bingung mau kemana ya dik'...... akhirnya kita tersenyum bersama sambil menatap kereta api yang bergerak perlahan meninggalkan stasiun Jember. Tak lama kemudian aku bergegas meninggalkan gadis kecil itu, karena Adzan Maghrib telah berkumandang.......
KISAH SOPIR DAN MOBIL 'BOBROK'
Suatu hari, beberapa sopir tergabung dalam sebuah mobil untuk berkunjung ke suatu tempat. Sepanjang perjalanan mereka berdiskusi tentang pengalamannya 'nyopir' kendaraan dengan berbagai varian mobil dan bermacam tujuan serta bermacam tantangan lintasan yang dihadapi. Singkat cerita, tiba tiba beberapa penumpang merasakan kekurang nyamanan laju kendaraan. Karena semua penumpang adalah sopir, maka salah satu dari mereka berinisiatif menggantikan sang pengendara mobil. Awalnya, mobil terasa nyaman, namun selang beberapa saat, penumpang merasakan ketidaknyamanan. Selanjutnya sang sopirpun diganti oleh sopir yang lain. Dan selanjutnya pula, penumpang masih merasakan ketidaknyamanan mobil yang dikendarai.
Semua penumpangpun terheran-heran dan berhenti di pinggir jalan pedesaan. Disaat yang bersamaan seorang anak yang kebetulan menggembala kambing menghampiri 'para sopir' tadi. Si penggembala kambing itupun berkelakar polos pada sopir sopir tadi: 'cak, lhawong montor bobrok kok ditumpaki!, digantiyo sopir ping bolak balik yo pancet ra kepenak!'...... semua sopir pun terdiam renung.........
MOBIL REMOTE SI BOCAH
'Nak, sore ini ayahmu datang lho!'. Sapa ibu kepada anak laki-lakinya. 'Hore....... ayah akan datang...!' Si anakpun berteriak kegirangan.
Selang beberapa jam, pintu depan ada yang mengetuk dan mengucap salam: 'Assalaamu'alaikum'........
Ibu dan anak itupun langsung menyambutnya: 'Wa'alaikumussalam...... wah Alhamdulillaah ayah datang. Mereka bertiga akhirnya terlarut dalam canda tawa dan cakap cakap bahagia. Di tengah percakapan itu, sang ayah mengeluarkan bingkisan dan menyerahkan pada anak lelaki tercintanya: ' nak, lihat apa yang ayah bawa, terimalah!' Sang ayah menyodorkan bingkisan itu dan si anak menerima serta langsung membukanya. Teriakkan girangpun memecah :'......Alhamdulillaah ... mobil remote control......... .......terima kasih ayah.....' tanpa pikir panjang, anak itu langsung merakit mobil remote tersebut dan langsung memainkannya di halaman rumah. Selang beberapa saat kemudian si anak tergopoh gopoh dengan muka masam menghampiri kedia orang tuanya. 'Kenapa mukamu cemberut? ' tanya sang ayah. Anakpun merengek: 'yah, mobil remotku berdebu! Padahal masih barusan?'. Ibupun menjawab dengan lembut: 'itu sudah satu paket nak!' Tiap ada kebaikan, suatu saat ada keburukan yang datang untuk menguji kesabaranmu!'. Sang ayahpun ikut membelainya: 'nak, kau tinggal membersihkan debu itu dari mobilmu, maka akan kelihatan baru lagi!. Tanpa pikir panjang, anak itupun membersihkan mainannya dari debu dan ia tersenyum kembali sambil berkata: 'terima kasih ayah, terima kasih bunda!.
Selang beberapa jam, pintu depan ada yang mengetuk dan mengucap salam: 'Assalaamu'alaikum'........
Ibu dan anak itupun langsung menyambutnya: 'Wa'alaikumussalam...... wah Alhamdulillaah ayah datang. Mereka bertiga akhirnya terlarut dalam canda tawa dan cakap cakap bahagia. Di tengah percakapan itu, sang ayah mengeluarkan bingkisan dan menyerahkan pada anak lelaki tercintanya: ' nak, lihat apa yang ayah bawa, terimalah!' Sang ayah menyodorkan bingkisan itu dan si anak menerima serta langsung membukanya. Teriakkan girangpun memecah :'......Alhamdulillaah ... mobil remote control......... .......terima kasih ayah.....' tanpa pikir panjang, anak itu langsung merakit mobil remote tersebut dan langsung memainkannya di halaman rumah. Selang beberapa saat kemudian si anak tergopoh gopoh dengan muka masam menghampiri kedia orang tuanya. 'Kenapa mukamu cemberut? ' tanya sang ayah. Anakpun merengek: 'yah, mobil remotku berdebu! Padahal masih barusan?'. Ibupun menjawab dengan lembut: 'itu sudah satu paket nak!' Tiap ada kebaikan, suatu saat ada keburukan yang datang untuk menguji kesabaranmu!'. Sang ayahpun ikut membelainya: 'nak, kau tinggal membersihkan debu itu dari mobilmu, maka akan kelihatan baru lagi!. Tanpa pikir panjang, anak itupun membersihkan mainannya dari debu dan ia tersenyum kembali sambil berkata: 'terima kasih ayah, terima kasih bunda!.
gundhul gundhul pacul
Satu lagi warisan syair lagu kuno yang syarat dengan makna luar biasa.
'gundhul gundhul pacul cul gemblelengan
Nyunggi nyunggi wakul kul gemblelengan
Wakul ngglempang segane dadi sak ratan'
Ketika masih kecil bolehlah 'gemblelengan' (guyonan/gurau/bercanda)
Tetapi apabila telah dewasa dan 'nyunggi wakul' (diserahi tanggung jawab) janganlah 'gemblelengan' agar 'wakul' yang 'disunggi' tidak 'ngglempang'
Kurang lebihnya demikian.
'gundhul gundhul pacul cul gemblelengan
Nyunggi nyunggi wakul kul gemblelengan
Wakul ngglempang segane dadi sak ratan'
Ketika masih kecil bolehlah 'gemblelengan' (guyonan/gurau/bercanda)
Tetapi apabila telah dewasa dan 'nyunggi wakul' (diserahi tanggung jawab) janganlah 'gemblelengan' agar 'wakul' yang 'disunggi' tidak 'ngglempang'
Kurang lebihnya demikian.
Sluku-sluku bathok
Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Sala
Oleh-olehe payung motha
Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Nek obah medeni bocah
Nek urip goleka dhuwit.
Sluku-sluku bathok, Bathoke ela-elo : berasal dari Bahasa Arab : Ghuslu-ghuslu bathnaka, artinya mandikanlah batinmu.
Bathoke ela-elo : batine La Ilaha Illallah : maksudnya hatinya senantiasa berdzikir kepada Allah, Si Rama menyang Solo : Mandilah, bersucilah, kemudian kerjakanlah shalat.
Oleh-oleh payung motha : Lailaha Illalah hayyun mauta : dzikir pada Allah mumpung masih hidup, bertaubat sebelum datangnya maut.
Mak jentit lolo lobah wong mati ora obah, nek obah medeni bocah, nek urip golekka dhuwit : Kalau sudah sampai saatnya, mati itu sak jenthitan selesai, habis itu tidak bergerak. Walau ketika hidup sebagai raja diraja, sugih banda-bandhu, mukti wibawa, ketika mati tidak ada yang dibawa. Ketika masih hidup supaya berkarya, giat berusaha.
Mudah-mudahan kita semua bisa menerapkan dan mengamalkan makna dari syair di dalam lagu "SLUKU-SLUKU BATHOK". Bukan hanya untuk sekedar lagu dolanan, akan tetapi merupakan keadaan yang harus dilakukan setiap manusia di bumi agar selalu dekat dengan Sang Maha Pencipta (Allah SWT).
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Sala
Oleh-olehe payung motha
Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Nek obah medeni bocah
Nek urip goleka dhuwit.
Sluku-sluku bathok, Bathoke ela-elo : berasal dari Bahasa Arab : Ghuslu-ghuslu bathnaka, artinya mandikanlah batinmu.
Bathoke ela-elo : batine La Ilaha Illallah : maksudnya hatinya senantiasa berdzikir kepada Allah, Si Rama menyang Solo : Mandilah, bersucilah, kemudian kerjakanlah shalat.
Oleh-oleh payung motha : Lailaha Illalah hayyun mauta : dzikir pada Allah mumpung masih hidup, bertaubat sebelum datangnya maut.
Mak jentit lolo lobah wong mati ora obah, nek obah medeni bocah, nek urip golekka dhuwit : Kalau sudah sampai saatnya, mati itu sak jenthitan selesai, habis itu tidak bergerak. Walau ketika hidup sebagai raja diraja, sugih banda-bandhu, mukti wibawa, ketika mati tidak ada yang dibawa. Ketika masih hidup supaya berkarya, giat berusaha.
Mudah-mudahan kita semua bisa menerapkan dan mengamalkan makna dari syair di dalam lagu "SLUKU-SLUKU BATHOK". Bukan hanya untuk sekedar lagu dolanan, akan tetapi merupakan keadaan yang harus dilakukan setiap manusia di bumi agar selalu dekat dengan Sang Maha Pencipta (Allah SWT).
KISAH SANG 'CERET' (TEKO AIR)
baik buruknya hati seseorang ibarat "ceret" dengan isinya.
"ceret" yang isinya susu segar, walaupun luarnya ditulisi air kencing, maka apabila dituangkan ke gelas, yang keluar pasti susu segar.
tetapi sebaliknya,
"ceret" yang isinya air kencing, walaupun luarnya ditulisi susu segar, maka apabila dituangkan ke gelas, yang keluar pasti air kencing.
seseorang dengan hati yang baik, maka apa yang keluar dari mulutnya, perbuatannya, bahasa tubuhnya juga akan baik,
sebaliknya seseorang dengan hati yang buruk, walaupun ditutup-tutupi, maka yang keluar dari mulutnya, perbuatannya, bahasa tubuhnya, mengidentifikasikan pada hal-hal yang buruk juga.
semoga hati kita selalu mendapat Hidayah-NYA untuk mengantarkan pada segala hal yang baik, amin
GARIS TELAPAK TANGAN
perhatikan garis telapak tangan!
telapak tangan kanan membentuk angka arab 81.
telapak tangan kiri membentuk angka arab 18.
jika dijumlahkan ada 99. Mudah-mudahan senantiasa mengingat akan kebesaran Allah dengan lambang '99' Asma Ul Husna yang ada digenggaman tangan kita.
telapak tangan kanan membentuk angka arab 81.
telapak tangan kiri membentuk angka arab 18.
jika dijumlahkan ada 99. Mudah-mudahan senantiasa mengingat akan kebesaran Allah dengan lambang '99' Asma Ul Husna yang ada digenggaman tangan kita.
DOA DARI 'PENGAMEN'
Diibaratkan ketika anda sedang santai duduk di teras rumah lengkap dengan kopi dan camilannya. Ada dua pengamen perempuan datang dengan waktu yang tidak bersamaan. Pastinya mereka punya tujuan yang sama, yaitu meminta pundi pundi rupiah dari anda.
Pengamen wanita pertama : punya suara bagus, lagu OK, penampilan cantik menarik. Kira-kira kalau ada pengamen macam gini, kita tunggu lagunya sampai selesai? atau buru-buru lemparkan uang receh trus suruh dia segera pergi? ah.... bisa jadi malah minta ke pengamennya 'tambahin lagu dong mbak!" ,trus kasih uang yang lebih banyak dari perkiraannya.
Pengamen wanita kedua : punya suara ancur, lagu ancur, penampilan juga ancur.
Kira-kira kalau ada pengamen macam gini, kita tunggu lagunya sampai selesai? atau buru-buru lemparkan uang receh trus suruh dia segera pergi?........ kayaknya..... belum nyanyi aja udah dilempar recehan yang paling imut biar cepet cepet pergi.
Kalau dianalogikan, begitu juga ketika kita berdoa kepada Tuhan, terkadang lamaaaa.... banget kita berdoa, namun belum juga membuahkan hasil. Belum tentu doa kita yang belum terkabulkan gara-gara Tuhan benci kepada kita. atau.... bisa jadi karena Tuhan sangat cinta kepada kita, cinta pada 'nyanyian kita diwaktu pagi siang malam' kemudian tak disangka kita 'dikasih' yang lebih baik dari perkiraan kita.
Dan janganlah berbangga dulu ketika doa kita dengan sangat cepat dikabulkan Tuhan. Cepat terkabulkannya doa belum tentu karena Tuhan sayang kepada kita, atau mungkin bisa jadi Tuhan sudah sebel......lalu buru-buru dikabulkan biar dia akan semakin takabur dan jauh dari rahmatNya.
Oleh karena itu, kenapa agama mengajarkan kepada kita selalu berbaik sangka, bersyukur dan selalu mohon ampunan kepadaNya......
Pengamen wanita pertama : punya suara bagus, lagu OK, penampilan cantik menarik. Kira-kira kalau ada pengamen macam gini, kita tunggu lagunya sampai selesai? atau buru-buru lemparkan uang receh trus suruh dia segera pergi? ah.... bisa jadi malah minta ke pengamennya 'tambahin lagu dong mbak!" ,trus kasih uang yang lebih banyak dari perkiraannya.
Pengamen wanita kedua : punya suara ancur, lagu ancur, penampilan juga ancur.
Kira-kira kalau ada pengamen macam gini, kita tunggu lagunya sampai selesai? atau buru-buru lemparkan uang receh trus suruh dia segera pergi?........ kayaknya..... belum nyanyi aja udah dilempar recehan yang paling imut biar cepet cepet pergi.
Kalau dianalogikan, begitu juga ketika kita berdoa kepada Tuhan, terkadang lamaaaa.... banget kita berdoa, namun belum juga membuahkan hasil. Belum tentu doa kita yang belum terkabulkan gara-gara Tuhan benci kepada kita. atau.... bisa jadi karena Tuhan sangat cinta kepada kita, cinta pada 'nyanyian kita diwaktu pagi siang malam' kemudian tak disangka kita 'dikasih' yang lebih baik dari perkiraan kita.
Dan janganlah berbangga dulu ketika doa kita dengan sangat cepat dikabulkan Tuhan. Cepat terkabulkannya doa belum tentu karena Tuhan sayang kepada kita, atau mungkin bisa jadi Tuhan sudah sebel......lalu buru-buru dikabulkan biar dia akan semakin takabur dan jauh dari rahmatNya.
Oleh karena itu, kenapa agama mengajarkan kepada kita selalu berbaik sangka, bersyukur dan selalu mohon ampunan kepadaNya......
KISAH LAYANG-LAYANG
bila diangan-angan, menyekolahkan anak itu bagaikan orang yang menaikkan layang-layang. Layang-layang untuk bisa naik, idealnya ada beberapa syarat yaitu :
1. layang-layangnya harus baik,
2. ada orang yang menaikkan,
3. ada angin yang berembus,
4. benangnya harus panjang.
Keempat syarat itu harus saling bekerja sama satu sama lainnya. Dari layang-layang itu, bisa diartikan :
1. layang-layangnya harus baik, siswa harus baik akhlaknya, layang-layang yang kurang baik (misal: uwer, edhek, bereng, slereng), pasti sama orang yang menaikkan akan membenahinya. misal : diturunkan lalu 'diengkuk' atau dikasih 'bandhul' biar imbang dsb.
2. ada orang yang menaikkan, kalau disini bisa dimisalkan orang tua wali atau guru
3. ada angin yang berembus, ada ilmu pengetahuan dan pembelajaran yang dihembuskan
4. benangnya harus panjang. ini bisa dimisalkan biaya (jer basuki mowo biyoyo).
Kalau keempat syarat sudah terpenuhi,maka yang terakhir,syarat layang-layang tersebut untuk tetap melayang maka layang-layang itu harus tidak ada yang 'nyambit' . bisa dianalogikan 'harus dijaga dari pengaruh negatif'.
1. layang-layangnya harus baik,
2. ada orang yang menaikkan,
3. ada angin yang berembus,
4. benangnya harus panjang.
Keempat syarat itu harus saling bekerja sama satu sama lainnya. Dari layang-layang itu, bisa diartikan :
1. layang-layangnya harus baik, siswa harus baik akhlaknya, layang-layang yang kurang baik (misal: uwer, edhek, bereng, slereng), pasti sama orang yang menaikkan akan membenahinya. misal : diturunkan lalu 'diengkuk' atau dikasih 'bandhul' biar imbang dsb.
2. ada orang yang menaikkan, kalau disini bisa dimisalkan orang tua wali atau guru
3. ada angin yang berembus, ada ilmu pengetahuan dan pembelajaran yang dihembuskan
4. benangnya harus panjang. ini bisa dimisalkan biaya (jer basuki mowo biyoyo).
Kalau keempat syarat sudah terpenuhi,maka yang terakhir,syarat layang-layang tersebut untuk tetap melayang maka layang-layang itu harus tidak ada yang 'nyambit' . bisa dianalogikan 'harus dijaga dari pengaruh negatif'.
KISAH ANGIN DALAM BAN
kalau pas nambah angin di tukan ban, rata rata yang diperhatikan adalah 'karet pentil' nya bocor atau tidak. Karet ini fungsinya bisa memasukkan angin tapi tidak bisa mengeluarkannya. Kita hanya bisa berdoa mudah mudahan menjadi pekerja yang tidak seperti 'karet pentil' ban. Hanya menerima tapi tidak memberi. Hanya menyimpan harta tapi 'lupa' pada fakir miskin, dan yatim piatu. Hanya menerima hak tapi 'lupa' kewajibannya. Semoga...... Amiin...
KISAH UANG YANG DIBAWA MATI PEMILIKNYA
Seorang siswa Ditanya oleh salah seorang guru,
Guru: lha kowe opo yo seneng
duit lhe?...
Siswa: lha inggih mbah.
Seneng puol pokoke....
Guru:lha mok gawe opo ae koq seneng duit?
Siswa: nggeh damel tumbas macem macem mbah.... damel tumbas griyo, kendaraan, lan sak lintu lintunipun. Pokok damel seneng seneng gesang wonten ngalam dunyo....
Guru: lek niate mung gawe
ngunu kuwi, berarti
kowe iki sakjane ora
seneng duit, ora trisno
marang yotro, ngunu
koq ngaku seneng lan
trisno marang duit?
Siswa: lha njur kepriye mbah?
Guru: trisno sejati kuwi
"trisno kang ginowo
pati" duit mu kuwi ora
bakal mok gowo mati!.
...
Siswa: piye carane ben aq duwe trino sejati marang duitku mbah.......
Guru: blanjakno kanthi niatan ibadah... iso ae diblanjakne marang wong fakir miskin utowo bocah yatim, ananging ojok sampek pamer lan sombong..... mugo mugo duitmu iso ngancani kowe sampek mati.......
Yo Iki kang aran piyantun ingkang remenane yotro. Duwe trisno sejati marang duit.......
Guru: lha kowe opo yo seneng
duit lhe?...
Siswa: lha inggih mbah.
Seneng puol pokoke....
Guru:lha mok gawe opo ae koq seneng duit?
Siswa: nggeh damel tumbas macem macem mbah.... damel tumbas griyo, kendaraan, lan sak lintu lintunipun. Pokok damel seneng seneng gesang wonten ngalam dunyo....
Guru: lek niate mung gawe
ngunu kuwi, berarti
kowe iki sakjane ora
seneng duit, ora trisno
marang yotro, ngunu
koq ngaku seneng lan
trisno marang duit?
Siswa: lha njur kepriye mbah?
Guru: trisno sejati kuwi
"trisno kang ginowo
pati" duit mu kuwi ora
bakal mok gowo mati!.
...
Siswa: piye carane ben aq duwe trino sejati marang duitku mbah.......
Guru: blanjakno kanthi niatan ibadah... iso ae diblanjakne marang wong fakir miskin utowo bocah yatim, ananging ojok sampek pamer lan sombong..... mugo mugo duitmu iso ngancani kowe sampek mati.......
Yo Iki kang aran piyantun ingkang remenane yotro. Duwe trisno sejati marang duit.......
KISAH POHON MANGGA
Memperhatikan pohon mangga tetangga yang berbuah lebat. Hampir setiap hari ada saja anak kecil yang melemparinya dengan batu sehingga beberapa buah mangga yang ranum terjatuh dan diambil anak tersebut untuk dimakan.
Pelajaran sangat berharga dari buah mangga tersebut. Walaupun disakiti, dilukai namun dia membalas dengan kebaikan kepada pihak yang menyakiti.
Memang berat dan harus banyak belajar serta sabar seperti hikmah dari pohon mangga tersebut. Tapi bagaimanapun, agama iuga telah menganjurkan hal itu. Semoga hidayah selalu menyertai kita semua.... Aamiin yaa Robb....
Pelajaran sangat berharga dari buah mangga tersebut. Walaupun disakiti, dilukai namun dia membalas dengan kebaikan kepada pihak yang menyakiti.
Memang berat dan harus banyak belajar serta sabar seperti hikmah dari pohon mangga tersebut. Tapi bagaimanapun, agama iuga telah menganjurkan hal itu. Semoga hidayah selalu menyertai kita semua.... Aamiin yaa Robb....
Langganan:
Postingan (Atom)















