Senin, 26 Mei 2014

Tips foto siluet menggunakan smartphone

Foto siluet adalah foto dimana obyek utama kelihatan gelap. Ada seni tersendiri jika kita bisa menghasilkan foto siluet. Background berupa oyek pemandangan dengan gambar utama berupa bayangan hitam. Walaupun hanya bayangan hitam, namun si penikmat foto seolah olah menikmati gambar yang bisa 'bercerita'.
Foto seluit mudah diciptakan melalui kamera dslr, karena tersedianya pengaturan yang lengkap, mulai dari pengaturan kecepatan shotter, iso ataupun bukaan lensa, sehingga sang pemotret akan dengan mudah berimajinasi di dalamnya. Nah sejarang bagaimana membuat foto siluet menggunakan smartphone, dimana saat ini sangat bannyak sekali penggemar fotografi namun hanya memanfaatkan kamera bawaan smartphone. Harus putar otak dengan keterbatasan kemampuan kamera yang tersedia. Disini saya mencoba sharing tentang siluet walaupun saya sadar penuh bahwa kemampuan fotografi saya sangat terbatas. So saran dan krritiknya sangat saya harapkan.
Berikut cara membuat doto siluet menggunakan smartphone.
1. Pastikan matikan led flash yang ada di kamera smartphone anda. Kalau led flash tetap aktif, maka obyek yang kita foto akan kelihatan seperti biasanya.
2. Mencari obyek background dengan kapasitas penyinaran yang lebih terang. Biasanya lebih mudah apabila dilakukan pada pagi dan sore hari karena kecenderungan sinar datang dari belakang obyek utama
3. Banyaklah mencoba sehingga anda akan lebih mampu mengeksplorasi.
Selamat mencoba....

Hasil Foto Oppo Neo 831

Hasil foto menggunakan oppo neo 831. Awalnya aq meragukan hasil jepretan dari kamera samrtphone besutan merk yang relatif pendatang anyar di indonesia. Tetapi setelah mencoba maen landskip landskipan.... wuiih ternyata tidak mengecewakan. aku nyoba motret obyek obyek juga lumayan bagus. Silakan beli atau pijem lalu nyoba sendiri...... hehe....

Jumat, 14 Maret 2014

Kisah Pengajar dan Pengawas

kisah Pengajar dan Pengawas

Tragedi Sajadah

Tragedi Sajadah


Sajadah merupakan peralatan sholat  yang umum digunakan oleh banyak orang. Berbagai model dan ukuran banyak dijual ditoko toko kecil sampai mall-mall. Mulai dari harga belasan ribu rupiah sampai ratusan ribu rupiah telah tersedia, tinggal pilih tergantung ukuran kantong jamaah. Bahkan sekarang ini karpet tempat ibadahpun didesaian seperti sajadah dengan corak yang macam-macam pula namun didesain memanjang seukuran tempat ibadah yang ada. Seperti ilustrasi gambar di bawah ini.


Gb. 1 Ilustrasi karpet
Namun apabila kita perhatikan  yang dijumpai di masyarakat terkesan bahwa sajadah dijadikan 'batas wilayah' dirinya pada waktu sholat. Sehingga orang yang disampingnya sampai terkesan 'enggan' menginjaknya atau mungkin ada rasa 'sungkan'. Untuk lebar sajadah yang proporsional dengan postur tubuh seseorang, tidak menjadi masalah. Misalkan: orangnya gemuk dan lebar, maka ia menggunakan sajadah dengan lebar yang menyesuaikan, sehingga kaki tepat menginjak pinggir sajadah tersebut. Nah... yang menjadi masalah apabila seseorang yang tidak terlalu besar atau bahkan anak kecil yang menggunakan sajadah dengan ukuran yang terlalu lebar, maka bisa terjadi sisa lebar sajadah dapat berpotensi menimbulkan kerenggangan barisan jamaah. Kalau hal ini terjadi, maka apabila mendirikan sholat jamaah, bisa kurang sempurna. Ada ustadz yang mengatakan bahwa kerenggangan antar jamaah ini akan berpotensi ditempati syetan! Ini urusan sajadah yang notabene milik pribadi. Bagaimana kalau yang terjadi pada karpet yang ada di tempat ibadah?
Karpet tersebut didesaian seperti sajadah bergandeng-gandeng dengan batas-batas yang memiliki lebar tertentu. Kalau kita perhatikan di masyarakat, maka masyarakat  terkesan punya pemikiranbahwa garis-garis batas karpet tersebut adalah 'batas wilayah' ketika sholat jamaah. Sehingga akan ditemui barisan jamaah di tempat-tempat ibadah seperti gambar dibawah.
Gb. 2 Ilustrasi jamaah dengan renggangan-renggangan
Betapa akan timbul renggangan-renggangan antar jamaah yang luar biasa. wah.... berapa banyak ya syetan yang bisa masuk diantaranya? hmmmm.......
Padahal garis-garis tersebut bukan merupakan 'batas wilayah' apabila kita mendirikan sholat jamaah. Garis tersebut hanyalah desain ilustrasi karpet belaka. Sehingga idealnya walaupun karpet tersebut ada garis-garisnya, barisan jamaah bisa disusun seperti gambar 3 dibawah. Nah, kalau begini bisa mendukung sempurnanya jamaah sholat. Dan juga daya tampung dalam satu barisan bisa bertambah banyak.
Gb. 3 Ilustrasi jamaah tanpa memperdulikan garis karpet
Memang perlu pendekatan-pendekatan khusus dalam mengatur barisan jamaah ini. Kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa jamaah yang malakukan 'kerenggangan-kerenggangan' barisan itu dosa atau mengatakan bahwa sholatnya tidak sah dsb. Bisa jadi kejadian tersebut karena ketidak tahuan mereka, sehingga bisa dinasihati secara perlahan-lahan dan santun. Kalau diluruskan secara frontal dan terkesan menyalahkan, bisa-bisa mereka malah tidak mau sholat jamaah....hayo.... kalau seperti ini siapa yang tanggung  jawab?

Padahal sekarang ini juga sudah ada desain karpet tempat ibadah yang tidak ada garis-garisnya, sehingga mampu meminimalisir kejadian seperti tersebut di atas. Seperti ilustrasi desain seperti gambar dibawah (Gb 4)
Gb. 4 Ilustrasi desain karpet tanpa garis pembatas
Kalau diperhatikan desain karpet tanpa 'garis pembatas' akan terkesan lebih anggun dan lebih fleksibel apabila ditempatkan diruang dengan lebar yang berbeda-beda. Pemotongan karpetpun tidak terpaut pada garis-garis. Dan yang paling penting mampu meredam 'tragedi sajadah' yang terjadi di masyarakat. Semoga hidayah senantiasa terkucur pada kita semua. Aaamiin....

Minggu, 02 Maret 2014

Ekspedisi Coban antrokan

Coban Antrokan Expedition 2014


Coban Antrokan is ecotourism Tempursari waterfalls in the district, Lumajang, East Java Province, Indonesia. Waterfalls of this are still very natural. To gain access to it, we have to go through a steep road that is very challenging. In this video we attach is Coban Antrokan expedition activities involving students SMK Tempursari.

Coban Antrokan adalah wana wisata air terjun di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.  Air Terjun ini tergolong masih sangat alami. Untuk dapat mengakses ke sana, kita harus melalui jalan yang terjal yang sangat menantang. Dalam video yang kami lampirkan ini adalah kegiatan ekspedisi Coban Antrokan yang melibatkan siswa SMK Negeri Tempursari.